Bebas Menggunakan Media Sosial? Ini Dampaknya Untuk Anak-anak. 

Bebas Menggunakan Media Sosial Ini Dampaknya Untuk Anak-anak

Bebas Menggunakan Media Sosial? Ini Dampaknya Untuk Anak-anak. 

FBLikeAndShare. – Bebas Menggunakan Media Sosial? Ini Dampaknya Untuk Anak-anak Dulu permainan anak-anak tidak secanggih saat ini. Mereka benar-benar jauh dari media sosial. Mainan anak zaman dulu itu memanfaatkan alam atau barang bekas yang ada di sekitar mereka. Mereka pun sangat bahagia dengan permainan tradisional.

Dulu anak-anak paling sering dimarahi oleh kedua orangtua karena kebanyakan main di luar rumah. Namun, berbeda dengan saat ini. Sekarang, banyak sekali anak-anak yang mau di ajak keluar pun cukup sulit. Mereka lebih memilih bermain di dalam rumah. Berbekal smarhphone, mereka bisa menjelajah apapun melalui media sosial.

Kita memang tidak akan pernah bisa mencegah perkembangan teknologi. Anak-anak yang lahir di era milenial artinya mereka terlahir seiring dengan berkembangnya teknologi. Maka tidak salah jika mendapati anak sekolah dasar memiliki akun media sosial.

Melihat berbagai macam hal yang tumpah ruah di media sosial, rasanya sangat perlu untuk di sosialisi lebih sering terkait dampaknya bagi anak-anak. Dalam hal ini, orangtua harus paham apa yang sedang digenggam sang anak.

Sudah banyak contoh kasus yang terjadi akibat penggunaan media sosial yang terlalu dini. Beberapa diantaranya seperti:

  1. Lupa Belajar

Anak-anak yang candu dengan media sosial akan cenderung malas untuk belajar. Hal ini karena mereka telah menemukan banyak yang lebih menarik daripada belajar.

  1. Susah Berkomunikasi Dengan Baik

Anak yang mulai larut dengan media sosial, jika dipanggil orangtua pasti tidak langsung di respon. Bisa jadi telat di respon atau sama sekali tidak di respon.

  1. Mudah Tersulut Emosi

Lihat saja tingkah anak-anak yang asyik dengan media sosial, mereka akan mudah emosi jika di ganggu. Padahal yang mereka pantau adalah sesuatu yang sangat tidak penting bagi diri mereka sendiri.

  1. Kekurangan Teman

Mereka yang aktif di media sosial biasanya hanya memiliki sedikit teman di dunia nyata. Bahkan, ada yang sama sekali tidak punya teman. Hal ini karena, mereka lebih memilih menghabiskan waktu bersama teman di dunia maya.

  1. Dewasa Lebih Dini

Anak sekolah dasar berbicara tentang cinta dan kesetiaan, hanya ada pada saat ini. Zaman dimana orangtua dengan bangga mengenalkan media sosial kepada anak. Yang akhirnya berakibat sang anak menelan segala macam bentuk informasi dan menirukannya. Sifat anak-anak memang cenderung meniru. Jadi tidak heran mendapati anak zaman sekarang lebih lihai berbicara cinta ketimbang jomlo menahun yang usianya sudah di atas 25 tahun.

Itu baru 5 poin. Masih banyak dampak-dampak lainnya yang lebih mengerikan. Media sosial memang merupakan platform untuk memudahkan seseorang dalam berinteraksi. Namun, saat ini peran media sosial mulai tergeser.

Namanya saja media sosial, tantu hal yang patut dibagi adalah hal-hal yang layak di konsumsi bagi banyak orang. Tapi, yang terjadi malah jauh berbeda. Segala jenis curhatan yang sangat pribadi pun dapat terpampang di sana.

Yang sangat mengherakan, mengapa anak kecil bisa punya media sosial? Sementara untuk bisa memiliki akun media sosial ada batasan umur. Bagaimana bisa hal ini luput dari pengawasan orangtua? Jika tujuannya menyenangkan anak, ada baiknya tidak dengan mengenalkannya terlalu dini.

Masa anak-anak tidak dapat di ulang. Ada baiknya orangtua mengarahkan anak untuk bisa mengeksplore diri mereka sendiri. Mereka pun tidak terjebak pada lingkungan perjudian Dadu Online. Bisa dengan mendukung hobinya, meluangkan lebih banyak waktu bersama, atau mengenalkan hal lain yang dapat membuat anak jauh lebih kreatif ketimbang media sosial.

Jika memang anak cenderung pada dunia IT, maka tugas orangtua bukan memperkenalkan media sosial sebagai bentuk latihan membuat postingan. Anda harus bisa menemukan hal lain yang jauh dari itu. Yang jauh lebih bermanfaat untuk masa depannya juga.

Masa anak-anak adalah masa dimana Ia harus mengenal banyak hal dan belajar jauh lebih banyak. Jika waktunya tersita hanya untuk scroll media sosial, rasanya sangat disayangkan sekali. Masa mudanya sangat tidak asik. Ini akan membentuk mental mereka menjadi mental yang pasif dan malas.

Mungkin saat ini masih belum terlalu nampak pengaruh media sosial. Namun, akan sangat terasa dampaknya di kemudian hari. Dan bisa saja akan ada penyesalan setelahnya karena tidak memanfaatkan waktu dengan baik untuk belajar dan berkarya.

Oleh sebab itu, dibutuhkan peran orangtua terkait kebijakan mengenalkan media sosial terhadap anak. Orangtua harus tahu kapan waktu yang tepat untuk mengenalkannya. Selain itu, orangtua harus bisa menjelaskan dampak-dampak apa saja yang akan terjadi jika anak terlalu dini terjun dalam dunia maya.  Hal ini sangat perlu, agar anak bisa menerima alasan dengan baik. Mereka pun perlu dialihkan pada kegiatan-kegiatan lainnya yang jauh lebih bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *